Rabu, 29 Mei 2013

Renungan Kristen - Dituntut untuk taat

Keluaran 4:18-31
Judul: Dituntut untuk taat
Tugas utama seorang hamba Tuhan adalah menaati perintah Tuhan. Tak heran jika di tengah kisah
persiapan Musa untuk pergi ke Mesir, perjumpaan Musa dan Harun, serta pertemuan mereka
dengan tua-tua di Mesir, kita diberikan suatu kisah yang menarik tentang murka Allah terhadap
Musa karena ketidaktaatannya (24-26).
Dalam ayat 24-26, sesungguhnya naskah aslinya tidak memakai kata Musa, kecuali dalam ayat 25.
Jadi ayat 24 menyatakan bahwa Tuhan bertemu dengan "dia" (tidak disebutkan "Musa" seperti
terjemahan dalam LAI) dan berikhtiar membunuhnya. Begitu pula, ayat 26 seharusnya adalah "Lalu
Tuhan membiarkan 'dia'" [bukan 'Musa']. Jadi kurang jelas sebenarnya apakah Tuhan bermaksud
membunuh Musa atau anak Musa yang belum disunat. Entahkah "dia" merujuk kepada Musa atau
anaknya, kisah itu jelas menunjukkan bahwa murka Allah reda setelah Zipora menyunat anak itu.
Kita tidak tahu mengapa Musa tidak menyunat anak itu. Ini seharusnya merupakan anak kedua Musa
(di ayat 20 dikatakan bahwa Musa membawa "anak-anaknya lelaki, " berarti lebih dari satu anak
lelaki), yang mungkin belum lama dilahirkan sehingga belum disunat. Allah memang sudah
memerintahkan Abraham untuk menyunat setiap anak laki-laki keturunan Abraham pada hari ke
delapan (Kej. 17:12) dan sunat merupakan "tanda perjanjian" antara Allah dengan Abraham dan
keturunannya. Karena Musa akan menjadi pemimpin umat Tuhan, maka dia harus menaati perintah
Tuhan. Maka Allah menunjukkan murka yang begitu hebat karena pelanggaran sunat itu.
Pemimpin umat memang dituntut untuk taat kepada Allah. Jika pemimpin tidak taat, bagaimana
mungkin dia mengarahkan umat untuk taat? Jika kita menjadi pemimpin rohani, dalam keluarga atau
dalam pelayanan, milikilah hati yang taat jika kita mau dipakai untuk melayani Tuhan dengan efektif.
Jika kita berada di bawah pimpinan, doakanlah orang yang memimpin kita -baik orang tua maupun
pendeta atau majelis di gereja- agar mereka terlebih dahulu taat kepada Allah.